Design Competitions : Waterfall and Global Warming concept
The Waterfall
ini satu
lagi desain yang melahirkan tim kucing garong dengan lagu2 fenomenal dewa –
dewi, kucing garong dan ditutup dengan ACI, bener2 mengerikan. Disini kita belajar semangat untuk berbuat dan memaksimalkan diri dengan cara yang menyenangkan dan heboh, no compromise, tetep
heboh !!! ditengah - tengah hadangan virus2 autorun dan dilingkupi aura si bandung lautan api yang luar biasa, disini tim yang bisa bertahan dia yang menang karena skala gedung
yang luar biasa =p,
ide
dimulai dengan pencitraan gedung pengairan milik pemda, kita mengambil analogi
dari waterfall. Tampak bangunan merupakan refleksi dari Air Terjun - Tampak
Bangunan akan menyiratkan air terjun. Fasade kaca akan melengkung ke arah bawah
memberikan efek yang terbuka sebagai responsnya terhadap lokasinya yang ada di
daerah jalan raya. Air Terjun ini akan diputuskan oleh lobby dan Floating
Gallery. Ekspresi bangunan akan ringan dan menggunakan warna - warna air yang
cenderung jernih transparan untuk ekspresi void dan putih untuk ekspresi solid.
Rich : kayanya kita pasti menang ?
Japs : rasanya sih menang
Dicke : bisa
apa sih mereka mereka ?
Hahahaha… I’m proud of us guys !!! :D see ya in the next competition, congrats!!!
Jakarta Design Center
Nah ini
dia, kompetisi desain edisi tim RJL yang baru aja dilahirin dengan totalitas
yang bener – bener total, kerja 1 setengah hari mulai dari sabtu sore sampe
minggu malem, dengan orang – orang yang total pasti jadi mengerikan, menang
atau nda itu ngga masalah, yang penting tetep berkarya ini solusi dari kita
buat nanganin global warming yang lagi trend, ide yang utama dari penanganan
energi secara mandiri. Desain dari bangunan ini menanggapi isu global warming
yang disebabkan penggunaan energi bumi secara besar - besaran dengan
menciptakan energi melalui perencanaan fasadenya. Energi akan dibentuk oleh
solar panel yang terletak di sisi barat bangunan. Bangunan ini akan menciptakan
pencitraan yang inovatif untuk ikut serta dalam memecahkan masalah energi di
dunia secara mikro. Tipe cladding fasade akan dibagi menjadi 3 tipe, yaitu :
Solar Panel, Kaca hitam Refleksi 80%, Kaca hitam Refleksi 60%. Isu ruang
perkotaan mencoba dipecahkan dengan konsep Connecting Public Pedestrian access
and Creating Frontage Public space - Bangunan akan menjadi role model dalam
menciptakan desain yang humanis dengan menciptakan akses bagi pejalan kaki.
Akses bangunan akan dipisahkan di sisi samping bangunan untuk menciptakan
plaza ruang publik yang baik untuk perbaikan perilaku berkota dari penduduk
Jakarta.
Desain bentuk nya diambil dari satu buah bahasa yang lugas dan monumental. satu
buah frame yang lengkung diambil untuk memecahkan efek bulky dan menimbulkan
kesan sexy and sophisticated sebagai bentuk pencitraan baru dari Jakarta Design
Center.
Di dalam plazanya akan diletakkan monumen pohon yang diinspirasi dari tulisan
monumen pohon tisna sanjaya, lagiii ?? iya, inspirasi tisna sanjaya dengan
tulisan – tulisannya selalu segar menggelitik kita dalam memperlakukan alam
secara lebih baik dalam bagian depan plazanya juga akan diletakkan
Pameran design eksperimental dengan Efek asap sehingga gambar yang terjadi akan
menjadi 3 dimensi , halte bus, galeri desain center dan penataan Komposisi
Landsekap dari transformasi sungai yang mengalir dengan bebatuannya.
keseluruhan komposisi ini diharapkan bisa membantu meningkatkan ruang publik
kota secara lingkupnya sebagai plaza dari gedung Jakarta Design Center
untuk memaksimalkan fungsi gedung. Pemanfaatan lantai teratas sebagai area
restaurant diusulkan pada tahap selanjutnya. konsep restaurant terbuka ataupun
Ballroom untuk resepsi pernikahan disajikan dengan elemen hijau sebagai bentuk
sumbangan bangunan terhadap penurunan suhu kota pada lingkup mikro kota.
Monumen Pohon [Tisna Sanjaya]
Pohon mengajarkan kita untuk tumbuh tidak tergesa - gesa.
... Kita kembalikan bara api
yang telah membakar proses kreasi pada alam
yang terhampar menjadi guru...
Kita tanami pohon pohon langka,
pohon-pohon obat penawar duka menjadi pohon kehidupan sehari hari,
juga sumber mata air, udara, selain pohon yang selalu mengajarkan kita
tentang tumbuh tidak tergesa gesa...
Terselip
pembicaraan di saat jam 12 malam di hari minggu, di mata yang makin meredup dan
permulaan saat2 pembuatan RAB
rich :
japs, za heboh kita ? gimana ?
japs : segalanya
ada , heboh !!
liza :
pasteee
Keesokan harinya japs kembali ke PSUD Bandung dan Liza ke Bali untuk liburan. Congrats guys akhirnya masuk nominasi kita =p


oh gitu.. jadi ada sayembara dan gak ngabar2in gw.
Posted by: Benjay Prima | July 4, 2007 05:11 AM
sorry jayy, hectic berattt btw pada ikut milis IAI dong, biar update=p ke bandung lagi kita jay ?
Posted by: Real Rich | July 6, 2007 10:01 AM